Rabu, 26 Mei 2010

Kebahagiaan yang genap akan rindu

Aku temukan ruang yang rimbun oleh daun-daun di tengah suntuknya kota Jakarta.
Aku temukan juga bayang-bayang pelangi, tempat aku berteduh dari teriknya matahari.

Ruang dimana aku bisa tersenyum lepas dan berlari di antara rumput-rumputnya yang hijau.
Ruang dimana aku temukan lagi sebuah bangku penuh kenangan, dimana selalu kutuliskan semua kisah bersama datangnya senja di sudut taman.

Kesendirianku disana adalah cinta yang genap diantara trotoar yang sesak oleh orang-orang tergesa.
Kepedihanku disana adalah kebahagiaan yang genap akan rindu yang satu-persatu gugur dan kering, dan kelopak-kelopak cinta yang bermekaran diantara embun-embun fajar.

"Tuhan, izinkan aku melewati malam ini tanpa kesakitan..."

"Tuhan, izinkan aku melewati malam ini tanpa kesakitan..."

Seminggu ini berlalu dengan kemalasan menemui malam. Dia datang bersama kecemasan. Jalanku mencari kedamaian yang lalu kau berikan sayang. Bagaimana harus ku katakan pada matahari tentang kesakitanku?

Tuhan, berikan aku kekuatan untuk sedikit menghapus peluhnya, memberikan sedikit senyuman di sudut bibirnya... Semua ini hanya milik-Mu...