Rabu, 22 Oktober 2008

Keheningan malam…

Teruntuk :

Ikhwanku
Mahkota cintamu telah kau mahkotai ke atas jilbabku, biarlah terpatri indah dan memaknai jalannya sendiri. Ikhwanku jika benar engkau adalah takdir yang akun menjadi mujahidku biarlah ku baktikan seluruh jiwa dan ragaku untuk melayanimu. Jika benar ALLAH mengirimkan mu sebagai takdir hidupku, halalkanlah hubungan ini menjadi sunah rasul sebagai penyempurna iman kita. Aku relakan atas seluruh jiwa ragaku mendampingi kala sehat, sakit, suka, duka mu. Sepanjang perjalanan hidup kita kelak.
Mujahidku
Ikhtiarmu… Ikhtiarku… biarlah istiqomah menjalani rentan waktu menuju gerbang yang kita nantikan. Biarlah ku sapu telapak kakimu dengan wajahku, biarlah jiwa ini terjaga dalam lelapmu, dan biarlah tangan ini yang menyuapi hingga datang kenyang mu…
Mujahidku
Jika datang halal nanti, maukah kau ridho atas apa yang ku makan, apa yang ku pakai hingga ALLAH mau meridhoiku pula? Namamu akan selalu ku bawa dalam istikorohku, setiap nafas dzikir dan doa panjang malam ku, karena ketulusanku mencintaimu dengan seluruh apa yang ada atas dirimu…
Mujahidku
Dalam sujud terakhirku bersimpuh dan memanajatkan doa untuk mu, untuk ku, dan untuk kita…
Ya Rabb…
Aku hamba-Mu yang lemah dan tak berdaya ini
Aku datang bersujud mengharap belas-Mu
Ya Rabb ijinkan aku membawa nama nya “Achmed Cahyanto” dalam doa ku malam ini…
Ya Rabb…
Jika ia baik untuk ku maka dekatkanlah kami, dalam satu nafas cinta penuh doa, jagalah hatinya Rabb, sampai penyatuan luhur dengan Ridho-Mu…
Ya Rabb jangan iarkan ia letih dalam cobaan yang akan kami lewati kelak, jangan biarkan cinta ku, cintanya kandas di makan waktu…
Ya Rabb…
Jika ia tak baik untuk ku maka hamba mohon gantilah cinta dan kerinduan hamba untuk nya menjadi cinta dan kerinduan ku pada Engkau melebihi apapun… karena aku tau dan aku percaya hanya Engkau yang mampu membolak-balikan hati manusia, tiada daya upaya yang melebihi kekuasaan-Mu Rabb…
Ya Rabb biarlah apa yang terjadi adlah kehendak-Mu…
Amin…
Mujahidku
Meski aku bukan gunungmu yang menjulang indah, aku juga bukan bintang kecilmu yang benderang, aku pun bukan elang mu yang gagah, tapi aku akan mencintaiu melebihi indahnya gunung, terangnya bintang, dan gagahnya elang…
Dalam hawa malam Jakarta yang panas…
Desny Arisandy…
Perempuanmu…

Tidak ada komentar: